cover-image-2

Punya Website "Cantik" Tapi Gak Menghasilkan Duit? Buat Apa?

Berhenti bakar uang iklan cuma gara-gara website Anda lelet/dan membingungkan pengunjung.

Our Creative Process

Jujur-jujuran saja.

 

Mungkin Anda sudah capek perang harga di Marketplace. Margin tipis, saingan banting harga seenaknya.

Atau lebih parah lagi: Bisnis Anda memang GAK BISA masuk ke sana, jualan jasa profesional. Anda jualan jasa, servis, produk custom, atau B2B. Gak mungkin kan Anda butuh edukasi, dipajang di etalase "toko oren" sebelahan sama keripik pedas? Produk Anda butuh edukasi, bukan cuma sekedar pajang foto doang kan?

 

Bisnis Anda butuh panggung sendiri.

Makanya Anda ingin punya kontrol penuh.Tapi, realita di lapangan seringkali pahit. Barcos:atau asal tunjuk vendor, akhirnya malah boros.

 

Sudah punya website, tapi konversi nol.

  1. Karena loading-nya hintat tampilan lama.

  2. Traffic masuk tapi langsung kabur (bounce) pakai no/video HD resolusi tinggi. (Sinyal Serba dikompres, gambar nunjukin detail produk murahan. Giliran lemot.

Mau bikih tapi takut salah bahasa. Anda punya ide, punya visi biśnis.Tapi saat ketemu vendor IT, raşanya kąyak ngomong sama alien. Mereka ngerti koding tapi nol besar sama selling. Akhirnya? Website jadi, tapi "jiwa" jualannya gak ada. Gak nyambung sama target market.

Benefit Of Our Service

50+

Projects Done

7.5

Growth Rate

4.5

Clients rating

20+

Team Members

blog-bottom-image

Learn how emotional narratives can drive deeper customer

Emotional narratives are storytelling techniques that tap into the feelings, values, and experiences of your audience. Rather than focusing solely on facts or features, emotional narratives aim to connection by addressing the "why" behind a product or service. For instance, instead of advertising a camera based on its technical specifications, a campaign might tell the story